PAHIT
Senja mulai pergi
sunyi, sepi , memecah kan emosi
hati berdebar, hingga ingin rasa mati
butiran-butiran bening mulai mengalir
tak tega rasa hati karena membasahi pipi
Pahit kurasa , saat burung bersiul sendu
raga ku seakan tak kuat lagi untuk menopang
jiwaku ikut pedih mendengarnya
saat kurasa ini hanya mimpi
tapi sayang saat aku tersadar
kenyataan pahit yang kuterima
Ayah mu sudah kembali...
saat kuingat siapa yang berkata ?
dan aku sadar bahwa Ayahku benar sudah tak ada
yang kulihat hanya tubuh lemas
saat kubertanya kenapa dia ?
dia menjawab Ayahmu sudah tiada